Keutamaan Berkasih Sayang
بسم الله الحمن الرحىم
Sadarkah kita
bahwa sesungguhnya hanya agama islam lah yang berhak disebut sebagai agama
kasih sayang? Bukan salah satu agama yang
kita kenal sering menggembar gemborkan kasih sayang, padahal menyalib seorang
lelaki dalam rangka menebus/mempertanggung jawabkan semua kesalahan umatnya.
Layakkah hal tersebut dilakukan oleh agama yang berkasih sayang?
Sifat kasih
sayang, disebut pula sifat rahmat yang merupakan kekhususan yang dimiliki oleh dienul islam. Selain itu, sifat ini
adalah salah satu syiar agama islam. Setiap muslim sudah sepantasnya memiliki
sifat ini, karena diantara 3 golongan penduduk surga adalah yang memiliki sifat
kasih sayang. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam:
وَأَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلَاثَةٌ ذُو سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ
مُوَفَّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيفٌ
مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيَالٍ
“Ahli surga
ada tiga golongan, yakni: Penguasa yang adil, jujur, dan sesuai dengan syariat,
orang yang penyayang, hatinya lemah lembut, baik kepada kerabat ataupun kepada
orang Muslim, dan orang yang menahan diri (tidak meminta-minta) dan menjaga
keluarganya.” (HR. Muslim).
Sifat kasih
sayang adalah sifat dimana kita ingin memberikan manfaat bagi orang lain. Sifat
ini berhubungan erat dengan keimanan kita. Tidak akan muncul keinginan dalam
hati untuk mencelakakan orang lain (kebalikan dari sifat kasih sayang), kecuali
Allah telah mencabut keimanan di dalam hati kita. Sifat rahmat tidak hanya kita
tunjukkan kepada sesama muslim saja melainkan kepada seluruh umat manusia.
Sifat rahmat
paling banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an yakni dalam kalimat Ar-Rahmaan dan
Ar-Rahiim. Contohnya pada kalimat Bismillahirrahmaanirrahiim yang ada pada
setiap awalan Surah pada Al-Qur’an, kecuali Surah At-Taubah. Ar-Rahmaan dan
Ar-Rahiim merupakan nama Allah yang menujukkan sifat kelemah lembutan Allah.
Sifat kasih sayang tidak hanya dimiliki oleh
Allah, namun juga patut dimiliki oleh hambanya. Diantara manfaat memiliki sifat
kasih sayang adalah:
- Mendapatkan kekhususan rahmat (kasih sayang) dari Allah Subhananu wa Ta’ala. Ini merupakan nikmat yang paling besar.
- Akan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita mencintai-Nya
- Mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam. Karena kasih sayang adalah sifat paling dominan pada diri Rasulullah.
- Dapat mempererat tali persaudaraan umat islam dengan saling menjaga satu sama lain.
- Menunjukkan bahwa dirinya memang termasuk orang islam.
- Mendekatkan derajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Akan mudah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Namun, tidak
semua sifat kasih sayang memberikan manfaat yang baik. Ada kasih sayang yang
justru tercela. Yakni, apabila dengan kasih sayang tersebut malah membuat
seseorang semakin menjauh dan tidak melaksanakan syari’at Islam. Misalnya, ada
seorang ibu yang tidak membangunkan anaknya untuk shalat subuh dikarenakan
kasihan jika anaknya masih mengantuk. Misalnya lagi, seseorang yang tidak
menasihati temannya yang mengumbar aurat karena peraturan tempat kerja. Atau,
orang tua yang tidak melarang anaknya yang bergaul bebas, pacaran, dll. Atau,
atau, yang lainnya. Kasih sayang seperti inilah yang justru tercela dan
menghilangkan hukum-hukum syari’at Islam sehingga berakibat masyarakat menjadi
rusak/sakit. Oleh karena itu, konsekuensi dari sifat kasih sayang yang terpuji
adalah memberikan manfaat meskipun tidak selalu dalam hal yang menyenangkan.
Sifat kasih sayang penting ditumbuhkan pada
diri seorang muslim. Berikut ini merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk
menumbuhkan sifat kasih sayang:
- Membaca serta memahami sirah nabawiyah.
- Duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang yang besar.
- Mendidik dan menanamkan anak dengan akhlak yang mulia.
- Mempelajari berbagai balasan kebaikan yang diberikan oleh Allah bagi manusia yang memiliki sifat kasih sayang.
- Banyak berkumpul dengan orang-orang yang lemah/miskin.
7 Dzulhjjah 1440 H – 8 Agustus 2019
Kajian 175
Jalan Menuju Surga – Keutamaan Berkasih Sayang bersama Ustadz Ali Hasan
Bawazier di Masjid Nurul Amal Pasar Minggu.
Komentar
Posting Komentar